Selasa, 11 Februari 2014

Cara mengatasi Android yang Bootloop

Oh, Tidak! Android 'Bootloop'

Hai sobat Blogger sekalian. Saya kali ini akan membahas masalah Android yang Bootloop. Kenapa saya mengangkat tema ini? Karena semalam Android saya juga Bootloop, kenapa Android saya Bootloop? Karena saya salah menginstal Kernel. Hahaha, untung saja bisa saya perbaiki sendiri


Apa itu 'Bootloop'?


Sebelum kita memcahkan masalahnya, ada baiknya kita tahu sebab perkara masalah tersebut, seperti Halnya Bootloop. Android Bootloop merupakan masalah yang dialami oleh hampir sebagian besar gadget dengan sistem operasi Android baik itu smartphone maupun tablet. Pengertian Bootloop sendiri adalah adanya masalah pada sistem Android dimana tidak bisa melakukan startup sehingga sebelum masuk ke menu home, tetapi kembali lagi ke state awal seperti ketika kamu menghidupkan smartphone kamu, dan hal tersebut terjadi terus menerus yang mengakibatkan kamu tidak bisa menggunakan Android kamu.

Cara mengatasi bootloop pada setiap Android tidaklah sama karena bootloop ini memiliki penyebab yang berbeda dan juga cara mengatasi yang berbeda. Sangat penting untuk pertama mengetahui penyebabnya lalu mengetahui cara yang benar untuk penyebab dari hal tersebut. Berikut tiga jenis bootloop yang ada di Android:

  • Android Light Bootloop, adalah bootloop yang cukup mudah untuk diatasi. Hal ini biasa terjadi akibat menginstall apk ataupun bermain game tetapi tiba-tiba Android restart tetapi malah terjadi bootloop. Cara mengatasinya: biasanya hal ini bisa langsung diatasi dengan mencabut baterai dari smartphone lalu pasang dan aktifkan kembali. Tetapi untuk tablet agak sulit karena baterai terhubung dengan perangkat dengan cara disolder sehingga harus melepas timah terlebih dahulu.
  • Android Medium Bootloop, adalah bootloop yang biasa terjadi ketika pengguna mencoba untuk mengoprek sistem Android. Bootloop yang terjadi pada tingkat ini masih bisa diselamatkan, karena setidaknya masih bisa masuk ke dalam recovery mode.
  • Android Hard Bootloop, adalah bootloop tingkat akhir dimana terjadi akibat ada modifikasi file Android sehingga terjadi ketidakseimbangan dan malah merusak file Android. Hal ini biasanya terjadi akibat rooting dan mengubah script seperti font, partisi memori, menghapus aplikasi original, salah instal custom rom, dan lain sebagainya.

Cara mengatasi Android yang Bootloop


Sepertinya cara mengatasi Bootloop yang paling ampuh dan dipercaya adalah dengan Nandroid Backup. Ini bisa untuk mengatasi Medium Bootloop dan Hot Bootloop. Akan tetapi cara ini harus mewajibkan anda melakukan Backup  lewat CWM! Maka dari itu jika kita ingin mengupdate Sistem pada Andorid kita ada baiknya kita selalu melakukan Backup!

Nandroid Backup

Cara Restore menggunakan Nandroid Backup

  • Pastikan Android anda sudah di Backup
  • Buka CWM Recovery, jika sudah Bootloop, coba buka dengan cara klik tombol power serta Volume up/down. Pada Lenovo klik tombol power 2 detik, setelah itu klik volume up/down bersamaan! Tidak boleh ada jeda!
  • Setelah masuk ke Recovery Mode, pilih opsi 'Backup and Restore', gunakan tombol up/down untuk navigasi, dan power untuk klik!
  • Kemudian pilih 'Restore data' dan klik!
  • Tunggu sampai proses selesai!
  • Selamat Android anda bebas dari Bootloop!

Nah, sebenarnya cukup mudah bukan? Asalkan kita tidak lupa melakukan Backup! Namun, jika kita lupa melakukan Backup? Cukup pilih opsi 'Factory Rest' (Maybe). Akhirnya, artikel ini selesai. Semoga artikel 'Cara mengatasi Android yang Bootloop' bermanfaat. Sekian dulu dari saya, Wassalam

JENIS JENIS BOOTLOOP DAN CARA MENGATASINYA




1."light bootloop"
bootloop ini disebabkan karena mungkin ente coba ngotak ngatik hh (TIDAK MENGGUNAKAN RECOVERY MODE)cont : abis instal v6 supercharge bootloop
CARA PENYELESAIAN : cabut batre lalu reboot. ulangi cara itu sampe hp agan sudah mau lagi


2."medium bootloop"
bootloop ini disebabkan recovery mode.(kalau misalnya setelah bootloop masih bisa masuk recovery mode ini di kategorikan medium bootloop) cont : abis instal cusrom terus gagal...dan bootloop
CARA PENYELESAIAN : restore backup yg di CWM (kalo agan gk pernah backup di CWM terpaksa lewat odin gan)


3."hard bootloop"
bootloop ini bisa di sebabkan bermacam macam hal.hal yg paling mencolok dari bootloop ini adalah pas pengen masuk recovery mode tetap bootloop
CARA PENYELESAIAN : Pake odin


untuk flash via odin lihat di sini

Cara Berinternet di Andromax C Menggunakan GSM



Untuk berinternet di Andromax C, secara default akan menggunakan koneksi CDMAnya, tidak bisa menggunakan GSM. Tetapi ada caranya guys agar kita dapat berinternet menggunakan GSM di Andromax C. Gimana? Guampang.. Bahahaha.. Ikuti petunjuk berikut, tested on Andromax C ICS.
Caranya ialah dengan menggunakan aplikasi bernama Any Cut. Any Cut gak tersedia di Play Store. Untungnya Prof.Android berbaik hati untuk menguploadnya so silahkan Download Any Cut terlebih dahulu. Kemudian? Ya diinstall aja. Ahahaha..
Lalu buka aplikasinya dan klik “New Shortcut” lalu pilih “Activity” dan pilih “Select”. Silahkan beri nama shortcutnya bila perlu lalu OK.
Buat shortcut lagi dengan mengklik “New Shortcut” lalu pilih “Activity” dan pilih “APNs”. Silahkan beri nama shortcutnya bila perlu lalu OK.
Kembali ke home screen dan disitu terdapat dua shortcut baru. Horee.. Oh ya Bang Ripiu menggunakan Apex Launcher di Andromax C, so bagi yang menggunakan launcher lainnya mungkin langkah pembuatan shortcut dapat dilakukan melalui launchernya sendiri. Namun tetap diingat bahwa dua shortcut yang harus dibuat adalah Select & APNs.
Selanjutnya? klik shortcut Select yang telah berhasil dibuat. Perhatikan kolom CDMA dan hilangkan centang di RUIM dengan cara memilih SIM. Lalu klik OK. Beberapa saat akan muncul pesan Set subscription failed. Gatot? Engga kok.. tenang aja :p
Lalu? Buka shortcut APNs yang telah berhasil dibuat tadi dan klik tombol Andromax C yang paling kiri. Lalu klik New APN dan isi informasi APN GSM yang kalian gunakan. Setelah itu klik lagi tombol Andromax C yang paling kiri dan pilih save. APN yang baru aja dimasukkan akan muncul. Lansung aja pilih APNnya dan.. Selamat! Ikon G atau koneksi data GPRS akan muncul. Berhasil :D
Oh ya patut diketahui bahwa ketika GPRS diaktifkan menggunakan Any Cut, maka koneksi CDMA akan terhenti sehingga kita tidak dapat sms atau menelepon menggunakan CDMA. Selain itu GPS juga akan tidak aktif sehingga kita tidak dapat melock posisi si Andromax C.. :(
Lalu cara mengaktifkan lagi CDMAnya gimana? cukup restart dan niscaya koneksi CDMA kan terhubung kembali. Untuk kembali mengaktifkan GPRS? Ulangi aja prosesnya, tanpa perlu membuat shortcut baru loh ya tapi.. simpel :)
Okay, masi ada yang bingung?Copy Link Youtube di bawah ini
:http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=nIszYM5BLeY


Cara Mudah Mempercepat Kinerja Android

03.34


Apakah gadget Android sobat bertambah lambat setelah beberapa bulan digunakan? Tenang! sobat tidak sendiri, masih banyak pengguna Android diluar sana yang mengalami hal yang sama. Kinerja Android berjalan lambat karena banyak aplikasi yang berjalan maupun yang sudah terinstall. Untuk mengembalikan kinerja Android kita seperti sediakala, berikut ini beberapa langkah mudah yang bisa kita lakukan:
1. Uninstall atau Menonaktifkan Aplikasi yang Tidak Terpakai
Perangkat kita memiliki jumlah  penyimpanan internal yang terbatas. Jika kita telah mengisi gadget dengan foto, musik, atau berbagai aplikasi, disarankan untuk menguninstall aplikasi yang tidak terpakai atau memindahkan file ke layanan penyimpanan seperti Dropbox atau Google Drive.
2. Pindahkan Aplikasi ke MicroSD
Fitur moved apps to SD adalah fitur yang memungkinkan kita untuk memindahkan instalasi aplikasi dari memori internal ke kartu microSD yang kita sematkan. Dengan memindahkan file instalasi aplikasi ke memori eksternal, maka ruang penyimpanan memori internal menjadi semakin lega. Dengan ruang memori internal yang makin lega, kinerja ponsel pun menjadi semakin ringan dan lancar. Caranya menu->> Setelan->> Aplikasi ->> Penggunaan Penyimpanan->> Pilih aplikasi yang bisa dipindahkan ke MicroSD.
3. Kurangi Jumlah Widget
Widget merupakan elemen atau bagian dari antarmuka grafis yang berupa kotak teks, tombol dan sebagainya yang menyuguhkan informasi atau pengaturan yang dapat dikurangi atau ditambahkan.
Biasanya kita berpendapat bahwa widget adalah salah satu manfaat menggunakan perangkat Android yang dapat membantu kita untuk menemukan informasi dengan cepat tanpa harus membuka sebuah aplikasi, tetapi pada saat yang sama ternyata bisa menghabiskan daya tahan baterai dan menyedot memori dan bisa memperlambat perangkat kita. Untuk itu, ada baikknya kita hapus beberapa widget yang jarang digunakan. Caranya pilih salah satu widget yang ingin kita hapus lalu tekan beberapa saat dan tarik ke atas atau ke bawah layar.
4. Matikan Live Wallpaper
Fitur lain yang keren pada Android adalah pilihan untuk menggunakan Live Wallpaper sebagai latar belakang. Seperti widget, bagaimanapun, Live Wallpaper dapat memperlambat perangkat kita dan menyedot baterai karena untuk membuat animasi terus berjalan gadget kita tentu akan dipaksa terus bekerja. Dengan mematikan live wallpaper, kita dapat membuat pergerakan scroll pada desktop Android menjadi lebih ringan dan lancar.
5. Matikan Auto Update Aplikasi
Mengaktifkan fitur update otomatis aplikasi yang terdapat pada menu setting Play Store, memang dapat membuat aplikasi kita terus diperbarui tanpa harus mengeceknya secara manual. Namun begitu fitur tersebut berjalan tentu akan membebani kinerja gadget, apalagi ketika tiba-tiba gadget kita mendownload dan menginstal sebuah aplikasi pada saat kita sedang menjalankan aplikasi lain yang memakan banyak memori.
6. Tutup Aplikasi Yang Berjalan di Background
Tahukah sobat bahwa dengan menekan tombol home pada ponsel, maka aplikasi yang sedang berjalan akan tetap berjalan di background. Sementara itu bila kita menekan tombol back saat aplikasi sedang berjalan, maka akan secara otomatis menutup dan mematikan aplikasi tersebut. Untuk itu, mulai saat ini jika kita ingin membuka aplikasi lain jangan lupa untuk menutup aplikasi yang sedang berjalan dengan menekan tombol back atau mematikannya dengan bantuan task killer yang bisa kita download secara gratis dari Play Store.
7. Auto Rotate
Dengan fitur autorotate, orientasi layar kita akan berubah secara otomatis mengikuti posisi gadget dalam genggaman. Akan tetapi dalam beberapa kasus, rotasi otomatis ini dapat menyebabkan gadget kita mengalami lag atau jeda yang mengganggu. Oleh karena itu kita dapat mematikan autorotate ini dengan cara masuk ke Setelan->> Tampilan->> hilangkan tanda centang pada kotak 'Rotasi Layar Otomatis'.
8. Auto Brightness
Kebanyakan perangkat Android telah dilengkapi dengan ambient light sensor yang akan memeriksa kondisi cahaya disekeliling gadget dan menyesuaikan kecerahan layar yang dipancarkan. Akan tetapi selain memboroskan daya, aktifnya autobrightness juga membebani kerja ponsel.
9. Nonaktifkan Animasi
Sebuah pilihan pengaturan tersembunyi di Android akan memberikan kita akses ke perintah yang mungkin belum pernah kita ketahui. Setelan->> Tentang Telepon->> Buat Nomor, lalu kita sekarang akan memiliki akses ke pilihan pengembang. Ini pengaturan khusus memungkinkan kita untuk melakukan berbagai hal, tetapi perangkat dimaksudkan untuk pengguna tingkat lanjut dan tidak boleh diubah.

10. Factory Reset
Jika kita telah melakukan langkah diatas namun hasilnya kurang memuaskan, melakukan reset perangkat bisa menjadi jalan terakhir. Hal ini dikarenakan pada Android terdapat beberapa aplikasi yang otomatis berjalan di background ketika kita pertama kali menghidupkan ponsel. Caranya sobat bisa baca disini.
Semoga bermanfaat.

4 Aplikasi Optimalkan Kinerja Android

Android terkenal dengan segala kelemotannya, terlebih versi sebelum 4.1, jaman dulu kalau nggak didukung spek hardware yang mewah mana mungkin kita bisa berpindah-pindah aplikasi dengan cepat. Beruntung pada versi 4.1 Google membuat agak responsif, walau pun sebenarnya itu juga karena hape jaman sekarang punya spek hardware yang udah tinggi.
Buat kamu yang masih pake hape lama, masih pakai prosesor 1 GHz dan RAM 512 mungkin harus melakukan usaha lebih untuk mengoptimalkan kinerja Android agar terasa lebih responsif. Berikut 4 aplikasi yang bisa kita pakai.
1. All-in-One Toolbox
Aplikasi ini punya 17 tools penting untuk mengoptimalkan Android kamu, antara lain: informasi baterai, penggunaan paket data, do not disturb mode, apps lock, task killer, uninstaller, apps to SD card, system cleaner, dan sebagainya.

2. Dumpster
Jika di Windows kita mengenal Recycle Bin, alat yang berfungsi untuk mem-back up file-file yang kita hapus agar nantinya bisa di re-store apabila ternyata masih kepake. Untuk Android ada satu aplikasi yang mempunyai fungsi kurang lebih sama dengan itu, namanya Dumpster. Nah aplikasi ini bisa menjadi solusi apabila terjadi kejadian seperti diatas.

Pada pengaturan default, aplikasi ini akan memback-up semua file yang terhapus. Tidak hanya terbatas pada file yang sengaja (secara manual) kita hapus namun juga memback up file-file cache yang dihapus secara berkala oleh aplikasi, seperti foursquare. Hal ini menjadi kurang efektif, karena file-file tersebut memang sudah tidak diperlukan dan justru malah menuh-menuhin hardisk jika tidak kita hapus secara berkala.
3. JuiceDefender Ultimate
Salah satu optimalisasi penghematan juga bisa dilakukan dengan memanage aplikasi. Pengaktifan paket data atau Wifi merupakan salah satu yang paling berperan dalam pemborosan baterai, ada lagi aplikasi-aplikasi background yang tidak kita sadari. Kamu bisa memanage itu semua dengan aplikasi JuiceDefender Ultimate.

Dengan aplikasi ini kamu bisa mengefektifkan penggunakan baterai dengan fitur profil yang ada. Misalkan ketika baterai sudah hampir habis kalian bisa mengaktifkan profil agresif. Fitur ini akan menutup semua konektifitas ketika baterai akan habis sehingga penggunaan baterai akan sangat efektif, sebagai bentuk optimalisasi.
4. Clean Master
Ada 3 jenis sampah yang bisa dibersihkan oleh aplikasi ini, yaitu History, Residual Files, dan Tasks. Di dalam History masih ada 2 jenis lagi, Cache dan Privacy. Cache berisi file-file dari beberapa aplikasi yang tersimpan untuk mendukung proses agar lebih cepat, seperti gambar yang tersimpan pada Google Maps, setiap kita membuka map baru maka peta itu akan tersimpan di memory. Sedangkan Privacy berisi jejak browsing internet, SMS, MMS, dan pencarian.

Fitur tambahan yang menarik adalah App Manager, dengan ini kita bisa mengelola aplikasi, bisa di backup ( dibuat file .apk) atau di-uninstall. Selain itu kita juga bisa membersihkan temporary apk files.
Perlakuan smartphone ini mirip dengan komputer, kamu harus rajin membersihkan sampah dan mematikan yang nggak perlu.




DU Speed Booster Aplikasi yang Bisa Bikin Kenceng Android

Setelah sukses dengan aplikasi penghemat daya batre DU kembali meluncurkan sebuah aplikasi lagi yang berfungsi untuk mempercepat kinerja Android. Yup apps keluaran terbaru dari DU Apps ini di klaim dapat meningkatkan kecepatan kinerja Android sampai 60% benarkah?
Aplikasi bernama DU Speed Booster berfungsi sebagai task manager yang dapat memanagement aplikasi-aplikasi apa aja yang berjalan di Android. Sehingga dengan apps ini kamu bisa menghentikan proses aplikasi-aplikasi yang berjalan di background Android tanpa kita sadari. Dengan begini tentu memori Android akan menjadi lebih leluasa karena aplikasi-aplikasi yang berjalan di background proses dihentikan.
Secara garis besar sebenernya aplikasi ini sejenis dengan cache cleaner yang berfungsi membersihkan cache-cache yang ada di memori seperti Clean Master atau Easy Task Killer. Bedanya di DU Speed Booster ini leboh mudah digunakan karena kamu tinggal menggunakan satu tombol saja untuk mengoptimisasi Androidmu.
Tampilan DU Speed Booster
Tampilan DU Speed Booster
Di aplikasi ini juga terdapat fitur Game Booster dimana dengan fitur ini, aplikasi DU dapat mendeteksi game-game apa saja yang ada di Android kemudian mengoptimalkan game tersebut supaya dapat berjalan dengan lancar ketika dimainkan.
Secara desain aplikasi ini mempunyai navigasi yang nyaman dan mudah dimengerti ketika pertama kali kamu menggunakannya, oh iya DU Speed Booster ini juga mempunyai clean shortcut dan float windows yang dapat dipasang di layar depan Androidmu sehingga dapat mempermudah kamu untuk menjalankan aplikasi ini, meskipun kalo menurut saya sih fitur ini malah mengganggu karena jadi bikin salah pencet. Tapi tenang aja karena fitur ini bisa di disable kok.
So menurut saya aplikasi ini bisa menjadi pilihan buat kamu yang merasa kinerja Android kurang well dan nyaman ketika digunakan. Meskipun secara teori yang menentukan kinerja Android adalah hardware yang digunakan, tapi dengan aplikasi ini kamu dapat mengoptimalkan Android dari sisi Software yang tentu saja dapat mempengaruhi kinerja hardware.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar